Ide membuat catatan ini diperoleh setelah beberapa kali menjadi instruktur mengemudi bagi istri tercinta. Pengemudi pemula karena perasaan takut yang berlebihan, jam terbang yang masih rendah dan ‘feeling’ yang belum terasah sering membuat kesalahan yang sama dan diulang-ulang terus. Tulisan ini berisi berisi tips yang bisa digunakan sebagai pedoman dan diterapkan untuk menghindari kesalahan tersebut dan memperbaiki kualitas mengemudi.

Perhatian:
Tulisan ini bukan untuk pemula yang belum pernah sama sekali memegang setir mobil. Anda harus setidaknya tahu teknik dasar mengoperasikan mobil seperti maju, mundur, mengerem dan mengopling. Bila Anda masih awam sekali tentang mengemudi mobil, maka Anda harus didampingi oleh instruktur yang berpengalaman. Penulis tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian yang mungkin ditimbulkan apabila terjadi kecelakaan.

1. Pahami mobil Anda
Anda perlu memahami mobil Anda sebelum mengemudikannya. Bila buku manual mobil Anda masih ada, bacalah terlebih dahulu. Bila manual tidak ada, tanyakan kepada orang yang sudah terbiasa dengan mobil tersebut. Pastikan Anda tahu persis tipe transmisi mobil (manual/MT atau automatic/AT), tuas sein, lampu depan dan wiper (posisi di mobil Amrik biasanya kebalikan di mobil Jepang), posisi rem tangan, power window, electric mirror, klakson, dsb.

2. Persiapan di dalam mobil
Setelah memasuki mobil, lakukan beberapa penyesuaian seperti mengatur kaca spion, menegakkan kursi, mengatur tinggi/rendah maju/mundur kursi, mengatur posisi setir (tilt steering), dsb sehingga posisi duduk Anda benar-benar nyaman. Bila Anda masih pemula, disarankan untuk melepas sepatu, sandal, dan alas kaki lainnya sehingga kaki bisa lebih merasakan pedal gas, rem, dan kopling. Jangan lupa memasang sabuk keselamatan.

3. Mobil berhenti
Pada saat mobil berhenti, pastikan gigi dalam posisi netral (MT) atau huruf N (AT) dan injak rem. Bila mobil berhenti lama, biasakan untuk memasang rem tangan dan lepas kaki dari rem agar bisa beristirahat.

4. Mobil bersiap jalan
Injak kopling, posisikan persneling ke gigi satu, lalu lepas kopling perlahan-lahan (MT), atau injak rem, posisikan persneling ke huruf D, lalu lepas rem perlahan-lahan (AT). Mobil akan jalan pelan-pelan sekitar 2-5 km/jam.

5. Menambah kecepatan
Pastikan situasi lalu lintas di depan dan samping Anda memungkinkan untuk menambah kecepatan. Injak gas perlahan-lahan sampai kecepatan yang diinginkan. Jangan sekali-kali menginjak gas secara tiba-tiba karena bisa menyodok mobil di depan Anda.

6. Mengurangi kecepatan
Pastikan situasi lalu lintas di belakang dan samping Anda memungkinkan untuk mengurangi kecepatan. Injak rem perlahan-lahan sampai kecepatan yang diinginkan atau sampai berhenti. Jangan sekali-kali menginjak rem secara tiba-tiba karena bisa tertabrak dari belakang.

8. Masuk dari jalan kampung ke jalan utama
Berjalanlah pelan-pelan sampai persimpangan jalan utama. Berhentilah di titik dimana Anda bisa mengamati situasi jalan utama. Bila situasi memungkinkan mulailah masuk jalur paling kiri jalan utama. Anda baru boleh berpindah ke jalur tengah setelah situasi memungkinkan.

9. Mendaki tanjakan
Posisikan persneling ke gigi 2 (MT) atau angka 2 (AT) dan injak gas untuk mempertahankan kecepatan. Bila tenaga dirasa semakin turun, siap-siap untuk pindahkan persneling ke gigi 1 (MT) atau angka 1 atau huruf L (AT). Setelah tanjakan terlampaui pindah persneling ke gigi 3 (MT) atau huruf D (AT).

10. Melewati turunan
Posisikan persneling ke gigi 2 (MT) atau angka 2 (AT) agar engine break bekerja membantu pengereman dan injak rem untuk menurunkan kecepatan. Bila turunan sangat curam, siap-siap untuk pindahkan persneling ke gigi 1 (MT) atau angka 1 atau huruf L (AT). Setelah turunan terlampaui pindah persneling ke gigi 3 (MT) atau huruf D (AT).

11. Berhenti di tanjakan
Injak kopling setengahnya sambil menambah gas agar mobil tidak mundur (MT), untuk mobil matic cukup injak rem karena mobil tidak akan mundur selama persneling dalam posisi D, 1, 2, atau L. Bila berhenti lama, pasang rem tangan dan posisikan persneling ke posisi Netral dan lepas kopling (MT) atau posisi huruf N (AT), lalu istirahatkan kaki Anda.

12. Berhenti di turunan
Posisikan perseneling ke posisi Netral (MT) atau huruf N (AT), dan injak rem. Bila berhenti lama, pasang rem tangan dan istirahatkan kaki Anda.

13. Di jalur lurus dan panjang
Perhatikan marka jalan, usahakan posisi mobil tetap di tengah-tengah jalur. Jangan menginjak marka atau berpindah jalur. Jika Anda perlu pindah jalur untuk menghindari lubang/batu, segera kembali ke jalur semula apabila situasi memungkinkan.

14. Mendahului kendaraan lain
Pastikan situasi jalan memungkinkan (lihat depan, sisi kanan, dan belakang jalan aman), pasang sein kanan, mulai pindah jalur ke kanan sambil menambah kecepatan. Setelah selesai dan jarak dengan kendaraan yang disalip aman, segera kembali ke jalur semula. Bila kendaraan di depan Anda tidak mau disalip segera urungkan niat Anda dan kembali ke jalur semula. Jangan sekali-kali menutupi jalur kendaraan yang akan menyalip, berilah kesempatan.

15. Belokan tajam
Bila Anda menemui tikungan tajam, kurangi kecepatan dan bersiap untuk berbelok. Bila belok kanan, perkatikan moncong kiri dan sisi kanan belakang mobil untuk menghindari serempetan. Sebaliknya bila belok kiri, perkatikan moncong kanan dan sisi kiri belakang mobil.

16. Putaran U
Bila Anda menemui putaran U, kurangi kecepatan dan bersiap untuk berbelok 180 derajat. Pastikan Anda berada di jalur paling kanan, situasi dari arah berlawanan aman, dan mulai berbelok sampai jalur paling kiri arah lawan dan tetap di jalur kiri. Bila situasi memungkinkan barulah pindah ke jalur tengah.

17. Di jalanan macet
Di jalanan macet, sebisa mungkin ikuti jalur yang ada untuk menghindari serempetan. Jangan berpindah jalur atau menyerobot. Tetaplah tertib. Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan dan belakang Anda. Injak kopling (MT) atau injak rem (AT) untuk berhenti sejenak. Bila berhenti lama, sebisa mungkin istirahatkan kaki Anda dengan memindahkan persneling ke posisi Normal dan memasang rem tangan.

18. Berpapasan di gang sempit
Pastikan bahwa lebar jalan cukup untuk berpapasan. Sebagai patokan, lihat moncong kanan mobil Anda. Bila masih ada ruang kosong selebar kira-kira 2x lebar spion mobil berarti cukup untuk berpapasan. Posisikan kendaraan Anda menempel kendaraan lawan dengan jarak kira-kira 2x lebar spion mobil. Jalan perlahan, bila perlu hentikan kendaraan untuk menjaga jarak. Berhati-hatilah bila berpapasan di gang sempit dengan polisi tidur atau lubang di jalan. Goyangan kendaraan dapat menyebabkan badan mobil miring sehingga ruang kosong semakin berkurang. Hindari serempetan.

19. Mendekati pos tiket parkir/toll
Pastikan tangan Anda mampu menjangkau tiket dari mesin tiket/petugas. Posisikan mobil di sebelah kanan jalur dengan ruang kosong antara mobil dan mesin tiket/petugas selebar 2x lebar spion. Jalan perlahan dan hentikan mobil bila mesin tiket/petugas sudah di samping spion kanan mobil Anda. Buka jendela mobil untuk mengambil tiket.

20. Berjalan mundur
Pastikan situasi di belakang dan samping Anda aman untuk mundur dengan melihat spion tengah dan spion samping. Anda boleh menoleh ke belakang untuk lebih memastikannya. Injak kopling R (MT) atau injak rem (AT) dan posisikan persneling di huruf R. Lepas kopling (MT) atau rem (AT) perlahan-lahan maka mobil akan mundur perlahan 2-5 km/jam. Hentikan kendaraan bila sudah dianggap cukup.

Demikian beberapa tips yang mungkin sangat membantu bagi pengemudi pemula. Sebenarnya masih ada 2 tips lagi yaitu reverse parking dan paralel parking namun tidak ditulis karena sulit bila hanya berupa kata-kata tanpa disertai gambar teknis yang mendukung. Mungkin lain kali akan penulis tambahkan. Be safe and happy driving!

sumber:  http://www.facebook.com/note.php?note_id=132020738856